Halalbihalal 2026 NHRI: Seminar Strategis untuk Meningkatkan Pemahaman Ketenagakerjaan

NHRI Halalbihalal 2026 bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar strategis bagi para praktisi HR untuk memahami tantangan baru di dunia kerja. Dikemas dalam format seminar yang relevan dan berbobot, kegiatan ini membahas isu penting mengenai relasi HR di era KUHP Baru—sebuah topik yang semakin krusial bagi perusahaan modern. Dengan menghadirkan pembicara yang berpengalaman dan dihadiri oleh para profesional HR dari berbagai perusahaan, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan, jejaring, dan kesiapan praktisi SDM dalam menghadapi perubahan regulasi dan dinamika hubungan industrial yang terus berkembang. NHRI percaya, HR hari ini tidak cukup hanya administratif. HR harus semakin strategis, adaptif, dan paham risiko hukum agar mampu menjadi mitra bisnis yang kuat bagi perusahaan. NHRI — One Respection, One Collaboration.

4/23/20262 min read

Pembukaan Kegiatan Halalbihalal 2026

Nasional Human Resources Institute (NHRI) telah menggelar kegiatan halalbihalal 2026 dengan pendekatan strategis yang mengombinasikan agenda silaturahmi dan seminar. Acara berlangsung di Antero Hotel Jababeka, Bekasi, pada Sabtu, 11 April 2026, dihadiri oleh sekitar 180 praktisi HR dan pelaku industri. Kegiatan ini tidak hanya merupakan moment kebersamaan pasca-idulfitri, tetapi juga dijadikan forum diskusi profesional untuk membahas isu-isu strategis yang dihadapi dunia kerja.

Fokus Pembahasan dan Pembicara

Diskusi utama selama acara berfokus pada dampak pemberlakuan KUHP baru terhadap hubungan kerja dan praktik pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Tema yang diangkat dalam seminar ini menegaskan bahwa di era KUHP baru, peran HR tidak lagi terbatas pada fungsi administratif, tetapi juga memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai risiko hukum yang mungkin dihadapi perusahaan. NHRI menghadirkan dua pembicara yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. B. Woeryono, S.H., M.H., M.M. dan Amir Hamzah, S.H., M.H., C.L.A. Keduanya membawakan perspektif yang saling melengkapi, menyajikan penjelasan yang normatif disertai dengan contoh kasus praktis.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Pada sesi awal, Dr. B. Woeryono menjelaskan secara komprehensif hubungan antara KUHP baru dan aktivitas ketenagakerjaan di perusahaan. Sesi ini dilanjutkan oleh Amir Hamzah dengan sudut pandang praktis mengenai potensi risiko hukum yang mungkin muncul, serta langkah mitigasi yang dapat diambil oleh fungsi HR dan manajemen. Diskusi dicatat berjalan interaktif di bawah bimbingan moderator Iwan Hadi Permana, menjadikan forum ini tidak hanya tempat pembelajaran, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antar praktisi HR dari berbagai sektor industri.

Pentingnya Kegiatan Ini Bagi Insan HR

Ketua panitia, Joko Sriyanto, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa; melainkan sebuah momen penting untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kesiapan insan HR menghadapi tantangan hukum yang ada. Ketua umum NHRI, Arif Dianto, memberikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa relevansi tema seminar ini sangat besar, mengingat peran HR kini lebih luas dan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Arif juga menyoroti pentingnya kepatuhan dan pemahaman terhadap regulasi yang terus berkembang, serta bagaimana HR harus beradaptasi menghadapi perubahan.

Acara halalbihalal ini tidak hanya memberikan wawasan akan isu-isu ketenagakerjaan terkini, tetapi juga menciptakan suasana yang hangat dan akrab di antara para peserta. Diharapkan melalui diskusi ini, para praktisi HR dapat lebih peka, strategis, dan siap menjadi mitra manajemen dalam setiap perubahan yang dihadapi perusahaan.